Di atas tikar piknik di Sungai Han, seorang teman Korea berkata. "Mau makan ramyeon?" Lalu dia berjalan menuju minimarket. Katanya mahasiswa asing itu kaget sekali saat mengikuti mereka. Soalnya orang-orang antre di depan mesin di dalam toko. ## Tiga kalimat yang terdengar di minimarket "Ini bagaimana caranya?" "Tuangkan air sampai garis air, lalu masukkan ke alat pemasak." "Kalau sudah selesai, akan berbunyi. Karena panas, hati-hati ya!" 'Garis air' adalah garis yang tertera di bagian dalam cup mi instan. Air harus dituang dengan takaran yang pas supaya rasanya enak. "Pemasak" adalah mesin yang memasak ramyeon hingga matang pas. Orang hanya perlu menekan tombol dan menunggu. Kata-kata terakhir bukan dari mesin, melainkan seperti salam yang disampaikan oleh orang toko atau orang di sebelah kita. ## Mengapa minimarket menjadi dapur? Di Taman Sungai Han tidak banyak restoran. Kalau dimasak di rumah lalu dibawa, mienya akan mengembang. Karena itu, minimarket Korea mengambil peran tersebut. Minimarket Korea bukan hanya tempat menjual barang, tetapi juga restoran sederhana yang menjual bekal kotak dan mi instan cup. Makanya mereka menyediakan air panas, sumpit, bahkan tempat duduk. Orang Korea juga sangat suka makan di luar ruangan, sehingga makan mi instan sambil merasakan angin sungai sudah menjadi sebuah hiburan. ## Coba Lakukan Seperti Ini Cobalah pergi ke minimarket di dekat Sungai Han. Namun, tidak semua toko memiliki mesin pemasak. Sebaiknya cek dulu di aplikasi peta sebelum berangkat. Kuahnya mudah tumpah, jadi tutup rapat-rapat dan berjalanlah perlahan. Buanglah sampah sesuai petunjuk.