Seorang mahasiswa asing mengajukan pertanyaan seperti ini. "Guru, waktu saya bilang 'Hwaiting!' kepada teman yang akan ujian, orang-orang di sekitar juga ikut tertawa bersama. Kenapa?" Akhir-akhir ini adalah musim ujian. Bulan depan juga ada Suneung, jadi kata ini sering sekali terdengar. ## Bukan ajakan untuk berkelahi Dalam bahasa Inggris, "fighting" berarti "sedang berkelahi". Tapi di Korea, "화이팅" berarti "Semangat!" atau "Ayo berjuang yang terbaik!" Ungkapan yang dulu diteriakkan di pertandingan olahraga ini masuk ke kehidupan sehari-hari, dan artinya pun berubah. Karena itu, ungkapan ini dipakai di mana saja, mulai dari ujian, wawancara, pekan olahraga, sampai saat bersulang. Kamu bisa mengatakannya kepada teman, tim kita, bahkan diri sendiri. ## Mengapa "Hwaiting" dan bukan "Semangat" "Semangat" bisa terdengar seperti menyuruh orang yang sudah lelah untuk berusaha lebih keras lagi. Hwaiting singkat dan ringan, jadi tidak terlalu membebani. Kalau diteriakkan bersama-sama, rasanya juga seperti "kamu tidak sendirian". Pada pagi hari ujian CSAT, para adik kelas berdiri di depan gerbang sekolah dan berseru, "Kakak kelas, hwaiting!" Mereka meneriakkannya dengan lantang. Lebih dari arti katanya, ini menunjukkan perasaan "kami ada di sampingmu". ## Katakan Seperti Ini dalam Situasi Seperti Ini Kalau teman pergi ujian, ucapkan "Hwaiting!" Satu kalimat saja sudah cukup. Akan lebih baik lagi kalau ditambah gerakan mengepalkan tangan erat-erat. Untuk guru atau orang yang lebih tua di kantor, "Saya akan mendukung Anda" atau "Semoga ujiannya lancar" terdengar lebih sopan. Untuk orang yang ujiannya sudah selesai semua, katakan "Kamu sudah bekerja keras" sebagai ganti "Semangat!". Kata-kata ini lebih cocok untuk orang yang sudah berhasil melewatinya.