Di bulan pertama setelah pindah, aku sama sekali tidak menelepon. Baik ke perusahaan listrik maupun perusahaan air. Teman dari negara Barat sangat terkejut mendengar hal ini. Karena di negaranya, setiap kali pindah rumah, dia harus menelepon perusahaan listrik, air, dan gas satu per satu untuk mengganti nama pelanggan. ## Semuanya tercakup dalam satu lembar tagihan Kalau tinggal di apartemen atau officetel di Korea, setiap bulan selembar kertas bertuliskan "tagihan biaya pengelolaan" akan terselip di kotak surat. Di selembar kertas itu tertulis semua tagihan listrik, air, gas, internet, bahkan biaya kebersihan. Bukannya setiap perusahaan membuat kontrak terpisah, tetapi kantor pengelola gedung yang menandatangani kontrak mewakili seluruh bangunan, lalu menagih setiap unit sesuai dengan jumlah pemakaiannya. ## Mengapa caranya seperti ini? Apartemen di Korea sejak awal dibangun sebagai kompleks berisi ratusan unit. Karena itu, alih-alih setiap rumah membuat kontrak sendiri-sendiri, jauh lebih efisien bagi kantor pengelola untuk membuat kontrak sekaligus dengan perusahaan listrik dan air, lalu menagih penghuni sesuai jumlah pemakaian mereka. Struktur itu masih bertahan sama persis hingga sekarang. ## Tapi tetap periksa hal ini Di rumah studio atau rumah tunggal lama, listrik dan air bisa saja dikontrak secara terpisah. Pada minggu pertama setelah pindah, datangi kantor pengelola (jika ada) atau tanyakan kepada pemilik rumah, "Apakah biaya perawatan sudah termasuk semuanya?" Mengamati kotak surat selama beberapa hari untuk melihat apakah ada tagihan asing yang datang terpisah juga bisa memastikannya.