Saat mendengar "Apakah Anda punya stempel?" di loket bank, mahasiswa asing menjadi bingung. "Apa tidak boleh tanda tangan saja?" Saya pernah melihat seorang mahasiswa asing bertanya balik seperti itu di dekat saya. Mereka bertanya bukan dengan maksud buruk. ## Mengapa stempel itu penting? Di Korea, sejak lama stempel adalah tanda bahwa "saya sudah memastikannya". Tulisan tangan sedikit berbeda setiap kali ditulis, sedangkan stempel selalu berbentuk sama, sehingga dianggap mudah untuk diverifikasi. Karena itu, membubuhkan stempel pada buku tabungan maupun kontrak sudah menjadi kebiasaan, dan petugas pun menanyakannya begitu saja tanpa memikirkan alasannya. ## Tanda tangan juga semakin diterima Belakangan ini semakin banyak tempat yang cukup dengan tanda tangan. Ada juga bank yang meminta tanda tangan dengan jari di layar tablet. Orang asing sering memakai tanda tangan sebagai ganti stempel, jadi Anda tidak perlu merasa tidak enak karena tidak punya stempel. ## Coba lakukan seperti ini - Katakan, "Saya orang asing, jadi saya akan memakai tanda tangan," lalu serahkan juga kartu registrasi orang asing atau paspor Anda. - Tanda tangani persis sama seperti saat pertama kali mendaftar. Kalau berbeda, Anda mungkin harus mengulanginya. - Kadang petugas tidak begitu paham aturan sehingga menyebut stempel lebih dulu. Kalau begitu, tersenyumlah dan minta agar dicek ke petugas lain. Namun, aturannya berbeda-beda untuk setiap dokumen, dan sistemnya bisa berubah. Sebelum pergi, telepon dulu bank atau kantor kelurahan (pusat layanan warga) untuk bertanya. Kamu juga bisa mendapatkan informasi di Pusat Informasi Terpadu untuk Warga Asing 1345.