Katanya, seorang mahasiswa asing kaget saat teman Korea-nya mengajak pergi ke pemandian umum bersama. Soalnya di tas temannya ada handuk berwarna hijau. "Badan digosok pakai itu?" Katanya begitulah yang ia tanyakan. Orang Korea mengelupas sel kulit mati seperti ini saat musim gugur tiba. ## Kenapa Harus Musim Gugur Kulit yang tersiksa oleh keringat dan sinar matahari sepanjang musim panas menjadi kasar di bagian permukaannya. Saya rasa saat cuaca menjadi kering, krim yang dioleskan di atasnya pun tidak meresap dengan baik. Karena itu muncul urutan "kelupas dulu, baru isi kembali". Dulu banyak rumah yang sulit untuk mandi air hangat lama-lama di rumah, sehingga merendam badan di pemandian umum lalu menggosok daki menjadi kebiasaan yang wajar. ## Hal yang perlu dicek sebelum keluar rumah - **Handuk gosok daki**: dijual di pasar, apotek, dan supermarket. Ini dibuat untuk menggosok badan dengan kuat, jadi teman-temanku hanya memakainya di badan dan memakai produk yang lembut secara terpisah untuk wajah. - **Ada layanan gosok badan atau tidak**: Cek lewat aplikasi peta atau telepon apakah tempat itu menyediakan gosok daki. Setiap tempat berbeda-beda. - **Berendam secukupnya**: Rendam badan dulu di air hangat. Kulit harus melunak dulu agar sel kulit mati terangkat dengan lembut dan tidak terlalu sakit. - **Kondisi kulit**: Hindari jika ada luka atau bagian yang memerah. Kulit yang sudah digosok sensitif bahkan terhadap rangsangan kecil. - **Krim pelembap**: Saya bawa untuk dioleskan segera setelah selesai mandi. Kulit yang sudah dihilangkan sel kulit matinya cepat kehilangan kelembapan. ## Setelah Tahu, Terlihat Berbeda Bagi orang Korea, menggosok daki bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga pemanasan untuk meratakan tekstur kulit. Mereka percaya pelembap meresap dengan baik jika dioleskan di atasnya. Kalau teman Anda mengeluarkan handuk hijau, sekarang Anda sudah tahu alasannya, kan?