Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

"Ayo makan bareng kapan-kapan" bukan kebohongan, melainkan sapaan saat berpisah

2026-10-06

여럿이 둘러앉아 함께 음식을 먹고 있는 모습.

Seorang rekan kerja berkata saat berpisah, "Ayo kapan-kapan kita makan bareng!" lalu tersenyum, katanya. Mahasiswa asing itu menunggu kabar, tetapi setelah sebulan berlalu pun tidak ada kabar sama sekali. Murid itu bertanya kepada saya. "Apakah orang itu berbohong?" ## Itu bukan janji, melainkan sapaan Wajar kalau kita menganggap kata "먹자" (ayo makan) sebagai ajakan. Soalnya, kalau dilihat dari artinya saja, itu memang janji. Tetapi di Korea, kalimat ini lebih seperti bertanya, "Hubungan kita baik-baik saja, kan?" Ini lebih mirip sebuah sapaan. Mirip dengan mengucapkan "hati-hati di jalan" saat berpisah. ## Mengapa orang mengatakan hal seperti ini? Orang Korea khawatir terlihat dingin kalau berpisah tanpa berkata apa-apa. Karena itu mereka menambahkan satu kata hangat. Mereka tidak bermaksud menipu. Baik yang mengucapkan maupun yang mendengar tahu bahwa itu hanya sapaan, jadi tidak ada yang merasa kecewa. Sesama orang Korea langsung menyadarinya dari wajah yang tersenyum, nada bicara, dan apakah itu saat berpisah atau bukan. Hanya saja, orang dari luar tidak bisa melihat tanda-tanda itu. ## Janji yang sungguhan itu ada tanggalnya Janji yang sungguhan selalu disertai tanggal dan waktu. "Jumat malam gimana?" Kalau bilang begitu, berarti serius. Kalau cuma bilang "kapan-kapan kita makan bareng", kemungkinan besar itu hanya basa-basi. Kalau memang ingin makan bareng, tanyakan duluan sambil tersenyum ya. "Boleh banget! Kapan kamu bisa?" Kalau lawan bicara menyebutkan tanggal, itu baru janji yang sungguhan. Kalau dia bilang, "Iya ya, sampai ketemu nanti," itu cuma basa-basi sapaan. Meski begitu, kamu tidak perlu merasa sakit hati. Orang itu hanya menyampaikan bahwa dia menyukaimu.

Tulisan terbaru