Apakah kamu kaget melihat lowongan kerja yang bertuliskan "wajib menyertakan foto, tanggal lahir, dan pendidikan"? Di Korea, hal-hal seperti ini umum sehingga pelamar asing sering merasa bingung. Kami akan menunjukkan alasannya dan cara melewatinya lewat kisah dua orang. ## Jimin, Orang Korea Jimin mencantumkan foto dan usianya dengan wajar. Di organisasi Korea, cara bicara dan hierarki berbeda-beda tergantung usia (pengaruh budaya senioritas berdasarkan usia). Tingkat pendidikan adalah salah satu cara untuk menilai hubungan alumni atau kepercayaan, dan foto membantu menyortir banyak lamaran dengan cepat. ## Mark, Sang Orang Asing Mark merasa asing dengan permintaan informasi pribadi. Perusahaan bisa memintanya untuk pemeriksaan dokumen serta verifikasi identitas dan pendidikan. Untuk gelar dari luar negeri, banyak tempat meminta dokumen verifikasi seperti dokumen asli, terjemahan, dan bukti kelulusan. Jika terasa seperti diskriminasi, hubungi Kementerian Ketenagakerjaan. ## Tips yang bisa langsung dipakai 1) Periksa dulu pengumumannya: ikuti format file, ukuran, dan cara pengiriman sesuai yang tertulis. 2) Foto sebaiknya setengah badan, pakaian rapi, latar belakang polos, hindari edit yang berlebihan. 3) Untuk riwayat pendidikan, tulis hanya nama resmi sekolah, jurusan, dan status kelulusan, serta siapkan dokumen asli, terjemahan, dan sertifikat jika gelarnya dari luar negeri. 4) Kalau ada yang ingin ditanyakan, hubungi langsung kontak yang tertera di pengumuman atau bagian HRD, dan jika curiga ada diskriminasi, periksa panduan di situs Kementerian Ketenagakerjaan. ## Perubahan terbaru Belakangan ini, beberapa perusahaan tidak mencantumkan riwayat pendidikan di CV.