Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

Odeng di tenda pinggir jalan: alasan menyebutkan sendiri jumlahnya setelah makan

2026-10-12

큰 금속 냄비 안에서 나무 꼬치에 꿴 어묵들이 국물에 끓고 있는 길거리 포장마차의 모습.

Min, seorang mahasiswa asing, sedang makan sate odeng di warung tenda pinggir jalan, lalu begitu saja berdiri dan pergi. Ibu pemilik warung bertanya, "Bayarnya mana?" dan wajahnya pun memerah. Katanya, Minh mengira setelah selesai makan, pemilik warung akan menghitungnya sendiri. Setelah tahu, ternyata di Korea justru sering kebalikannya. Pelanggan sendiri yang menyebutkan jumlah tusuk yang dimakan. ## Setelah makan, saya yang menghitung dan menyebutkannya Di banyak warung tenda odeng, kita makan dulu dan membayar belakangan. Kalau sudah selesai makan, cukup bilang "Enam tusuk." Pemilik warung sering menerima ucapan itu apa adanya. Teman-teman asing paling kagum dengan hal ini. Tentu saja, tidak semua warung seperti itu. Ada juga tempat yang membayar di awal, jadi coba perhatikan pelanggan di sekitar Anda. ## Mengapa Bisa Dipercaya Pertama, tusuknya terlihat jelas. Odeng ditusuk pada tusuk panjang, jadi setelah dimakan, tusuk kosongnya tertinggal di tangan atau menumpuk di mangkuk. Ini struktur yang sulit untuk dicurangi, dan memang hampir tidak ada alasan untuk berbuat curang. Selain itu, tenda makanan di lingkungan sekitar punya banyak pelanggan tetap. Kalau sudah berbohong sekali, lain kali akan sulit untuk bertemu muka lagi. Pada hari dingin saat pelanggan berdatangan, percaya pada ucapan mereka kadang malah lebih cepat daripada menghitung satu per satu. Jadi, perhitungan ini adalah cara menerima uang sekaligus janji untuk saling percaya. ## Coba lakukan seperti ini Jangan buang tusuk sate yang sudah habis dimakan, kumpulkan di gelas kertas atau mangkuk. Saat membayar, cukup sebutkan angkanya. Kalau angka bahasa Korea terasa sulit, tunjukkan saja tusukan yang sudah Anda kumpulkan dengan menunjuknya menggunakan tangan. Pemilik kedai akan segera mengerti. Berbicara jujur, itulah aturan di kedai ini.

Tulisan terbaru