Saat menunggu kereta bawah tanah, ada garis kuning dan tanda panah di lantai, dan orang-orang berdiri di kedua sisi, bukan tepat di depan pintu. Pernah ada seorang mahasiswa asing yang bertanya, "Tidak boleh berdiri di depan pintu?" ## Depan pintu adalah jalan bagi orang yang turun Saat pintu terbuka, orang yang turun keluar lebih dulu. Jika ada orang berdiri di depan pintu, orang yang turun dan yang naik akan bertabrakan dan butuh waktu lebih lama. Pada jam berangkat dan pulang kerja, kereta benar-benar penuh sesak. Karena itu, tanda panah di lantai membuat orang mengantre di kedua sisi pintu dan mengosongkan jalur di tengah. Itu bukan menyerobot antrean, melainkan kesepakatan agar semua orang bisa naik dengan cepat. ## Hal yang perlu dicek sebelum ke peron - **Arah dan peron**: Meski di stasiun yang sama, peron berbeda untuk setiap arah, jadi kalau salah arah, kamu harus naik tangga lagi. - **Pintu keluar stasiun tujuan dan gerbong terdekat**: Kamu bisa mengeceknya di aplikasi kereta bawah tanah. Kalau naik di gerbong yang dekat, waktu berjalan setelah turun jadi lebih singkat. - **Di belakang garis kuning**: Di stasiun tanpa pintu layar peron, angin kencang dan berbahaya saat kereta masuk. - **Arah antrean**: Ikuti tanda panah dan berdirilah di salah satu sisi pintu. Urutannya adalah berdiri di belakang orang di depan. ## Ingat sampai turun Saat pintu terbuka, jangan langsung masuk, tunggu sebentar sampai semua orang yang turun keluar. Berkat aturan kecil ini, peron bergerak lebih tertib daripada yang dibayangkan, meskipun banyak orang.