Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

Alasan mengapa tulisan "vegetarian" saja belum tentu aman

2026-09-28

뜨거운 국물이 부글부글 끓고 있는 한국식 찌개나 국의 모습

Pernahkah kamu memesan dengan tenang karena di menu tertulis besar-besar "vegetarian", tapi begitu menyeruput kuahnya langsung tercium aroma ikan teri yang kuat? Kamu tidak salah paham. Memang benar dagingnya tidak dimasukkan. ## Arti sebenarnya dari "tanpa daging" Di Korea, "vegetarian" atau "tanpa daging" kebanyakan berarti "tidak ada potongan daging di dalamnya". Itu bukan janji bahwa kuah, bumbu, sampai jeotgal (makanan laut fermentasi) semuanya dihilangkan. Hanya dengan mengetahui aturan ini saja, kesalahan tebak-tebakan bisa berkurang drastis. ## Tempat-tempat di mana aturan ini tidak berlaku - Kuah: Karena kaldu dasarnya biasanya dimasak dari ikan teri, rumput laut kombu, atau tulang sapi, bahkan sup yang terlihat hanya berisi sayuran pun sering mengandung ikan teri. - Kimchi dan namul (sayuran berbumbu): Dibumbui dengan udang asin atau saus ikan teri. Bukan berarti lauk sayuran berwarna merah otomatis menjadi pengecualian. - Ssamjang dan gochujang: Banyak produk yang dicampur dengan saus ikan, jadi "bibimbap sayuran" pun belum tentu aman. Ini terjadi karena masakan Korea sudah lama berkembang dengan berpusat pada masakan berkuah dan makanan fermentasi, sehingga rasa gurihnya berasal dari kaldu ikan teri dan makanan laut asin fermentasi, bukan dari daging. Orang-orang punya pikiran untuk menghilangkan daging, tapi tidak menganggap makanan laut asin fermentasi itu sebagai "daging". ## Kalau tanya begini, pasti jelas Daripada bertanya "Vegetarian?", coba katakan secara spesifik, "Tolong hilangkan semua daging, ikan, dan makanan laut asin fermentasi." Kalau benar-benar ingin makan dengan aman, carilah restoran makanan kuil. Di sana benar-benar vegetarian sesuai namanya, bahkan lima sayuran beraroma tajam pun dihilangkan.

Tulisan terbaru