Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

Alasan kita menyerahkan amplop dan menerima kupon makan di pintu masuk pernikahan

2026-09-29

검은 배경 위에 놓인 흰색 봉투 하나.

Teman Korea saya mengundang saya ke pernikahannya. Di undangannya tidak ada tulisan "bawalah uang", tetapi teman-teman lain menyiapkan amplop putih. Di pintu masuk gedung pernikahan ada meja, dan orang-orang menyerahkan amplop di sana lalu menerima kupon makan. Kenapa begitu ya? ## Undangan Bukan Berarti "Bayarlah" Di pernikahan Korea, tamu yang datang dijamu makan. Semakin banyak tamu, semakin besar pula biaya makannya. Karena itu, sejak dahulu para tetangga dan kerabat membantu pesta dengan menyumbang sedikit uang. Uang itulah yang disebut chukuigeum. Undangan berarti "Mohon hadir bersama kami di pesta kami", dan amplop adalah jawaban atas ketulusan hati itu. ## Alasan menyerahkannya di pintu masuk Kalau Anda menulis nama di meja penerimaan lalu menyerahkan amplop, daftar itu akan tersimpan sebagai catatan. Keluarga pengantin melihat daftar ini nanti untuk mengingat siapa saja yang datang. Kupon makan adalah tiket untuk menghitung berapa orang yang makan. Karena itu, kupon diserahkan di pintu masuk sebelum makan. Catatan ini akan kembali lagi. Sebab orang yang menerima kali ini akan datang ke pernikahan temannya itu di lain waktu untuk membalas budi. ## Hal yang Bisa Langsung Dipakai Amplopnya bisa dibeli di minimarket atau toko alat tulis dekat gedung pernikahan. Sebaiknya tulis namamu di bagian depan amplop. Jumlahnya berbeda-beda tergantung seberapa dekat hubunganmu dan bisa berubah seiring waktu, jadi tanyakan saja kepada teman atau rekan kerja orang Korea, "Biasanya berapa?" itulah cara yang paling akurat. Datang tanpa amplop tidak akan diusir kok. Tapi kalau hubungannya dekat, mereka mungkin agak kecewa.

Tulisan terbaru