Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

Alasan kamu tidak perlu kaget saat melihat simbol 卍 di kuil Korea

2026-09-27

초록색과 붉은색 단청으로 장식된 한국 전통 사찰 건물의 모습

Pernahkah kamu terkejut saat memasuki kuil seperti Jogyesa atau Bongeunsa dan melihat lambang 卍 yang digambar di bawah atap atau di atas genteng? Mari kita lihat percakapan antara seorang teman asing dan seorang teman Korea. "Eh? Itu... bukannya itu lambang Nazi?" "Bukan, itu lambang kuil. Di aplikasi peta juga, kuil ditampilkan dengan bentuk seperti itu." "Benarkah? Kenapa harus bentuk itu?" ## Simbol yang jauh lebih tua dari Nazi 卍 adalah simbol yang sudah ada ribuan tahun sebelum swastika (hakenkreuz) yang digunakan Nazi. Simbol ini berasal dari India dan menjadi simbol hati serta ajaran Buddha, dan kuil-kuil di Korea, Cina, dan Jepang telah menggunakan simbol ini sejak dahulu kala. Pada abad ke-20, Nazi mengambil simbol kuno ini, membaliknya, dan memiringkannya untuk digunakan dengan makna yang sama sekali berbeda. Kedua simbol ini terlihat mirip, tapi akarnya sama sekali berbeda. ## Kalau dilihat dari arahnya, ternyata berbeda Kalau diperhatikan baik-baik, arahnya juga berbeda. 卍 di kuil memiliki lengan yang menekuk berlawanan arah jarum jam, sedangkan simbol Nazi menekuk searah jarum jam dan miring 45 derajat. Kalau kamu cari kuil di Kakao Map atau Naver Map, simbol ini juga muncul persis di petanya. Meski terasa asing, tidak perlu kaget, itu hanya simbol yang menunjukkan 'lokasi kuil'. ## Kalau bertemu di kuil Kalau melihat tanda ini di dalam kuil, cukup berpikir "oh, ini kuil" lalu lewat saja. Mengambil foto sih boleh-boleh saja, tapi di dalam aula utama cukup ingat untuk berjalan pelan-pelan dan melepas sepatu sebelum masuk.</content> </invoke>

Tulisan terbaru