Seorang teman Korea berkata saat berpisah, "Kapan-kapan kita makan bareng ya!" Begitulah katanya. Mahasiswa asing itu senang dan langsung berkata, "Kalau begitu, bagaimana kalau hari Jumat?" lalu katanya dia membuka kalender. Katanya temannya sempat kebingungan sejenak. ## "Kapan-kapan" tanpa tanggal hanyalah sapaan Ungkapan ini biasanya berarti, "Sampai jumpa lagi lain kali. Aku suka kamu." Kalau itu janji sungguhan, biasanya disebutkan juga tanggal atau tempatnya. "Bagaimana kalau makan siang hari Jumat minggu ini?" Seperti itu. Jadi, kalau yang kamu dengar hanya "kapan-kapan", anggap saja itu salam perpisahan yang hangat. ## Kenapa harus nasi? Sejak dulu, orang dewasa di Korea menanyakan kabar dengan berkata, "Sudah makan nasi?" Begitulah cara mereka menanyakan kabar. Pada masa ketika mencari nafkah sulit, kata sudah makan berarti "baik-baik saja, tidak ada masalah". Sapaan itu masih bertahan sampai sekarang. Selain itu, di Korea ada kata '식구(食口)'. 식구 berarti keluarga, dan secara harfiah artinya "mulut-mulut yang makan nasi bersama". Orang dulu menganggap mereka yang makan bersama adalah keluarga. Jadi, "Ayo makan" juga bisa berarti "Ayo kita lebih dekat". ## Coba jawab seperti ini Kalau ditanya "Sudah makan?", meski belum makan, jawablah "Ya, sudah. Bagaimana dengan Bapak/Ibu guru?" wajar untuk bertanya balik. Kalau kamu benar-benar ingin makan bersama, katakan, "Boleh! Kapan kamu senggang?" dan tanyakan seperti itu. Kalau lawan bicara menyebut tanggal, itu janji yang sungguhan. Kalau jawabannya samar, kamu cukup tersenyum dan membiarkannya berlalu. Tidak apa-apa kalau kamu tidak merasa kecewa. Karena dalam ucapan itu sudah ada hati yang hangat.