Begitu naengmyeon keluar, pegawai datang membawa gunting dan mulai memotong mienya dengan cekatan. Mahasiswa asing pun awalnya terkejut dan bertanya, "Bukankah itu gunting dapur?" ## Kenapa mi dipotong dengan gunting? Mi naengmyeon itu kenyal dan panjang. Kalau langsung diambil dengan sumpit, mi tidak muat dalam satu suapan dan kuahnya juga memercik. Jadi, saya memotongnya dua atau tiga kali sebelum makan. Kimchi juga sama. Kimchi sawi putih sering disajikan dalam potongan besar, jadi saya menggunting dengan gunting agar mudah ditaruh di atas nasi. Ada juga kedai makanan ringan yang memotong gimbap dengan gunting lalu memakannya. ## Kan ada pisau, kenapa harus gunting? Di meja makan Korea, pada dasarnya tidak ada pisau yang dihidangkan. Karena makan hanya dengan sumpit dan sendok, biasanya makanan sudah dipotong sebesar satu suapan di dapur sebelum disajikan. Namun mi atau kimchi baru terasa panjang setelah diletakkan di dalam mangkuk. Saat itulah gunting terasa praktis. Soalnya bisa dipakai dengan satu tangan, tidak perlu talenan, dan bisa langsung memotong di dalam mangkuk. Selain itu, gunting juga tidak semenakutkan pisau. ## Apakah saya boleh memakainya juga? Tentu saja. Kalau tidak melihat gunting, cukup katakan, "Minta guntingnya, ya." Gunting adalah barang yang umum di restoran, jadi mereka akan membawakannya dengan mudah. Pegawai mungkin akan menawarkan untuk memotongkannya, dan kalau kamu tidak mau, cukup katakan, "Tidak usah, terima kasih." Saat memotong, pegang mangkuk dengan satu tangan dan potong perlahan di bagian dalam mangkuk agar kuahnya tidak terciprat. Lain kali kalau pergi ke restoran naengmyeon, cobalah menggunakan gunting. Kamu akan bisa merasakan sendiri secara langsung mengapa orang Korea melakukannya seperti itu.