Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

Alasan "Sudah makan?" berubah menjadi "Apa kabar?"

2026-10-20

스테인리스로 만든 숟가락과 젓가락이 나란히 놓여 있다.

Seorang mahasiswa asing bertanya kepada saya. "Seorang ibu yang saya temui di lorong berkata, 'Sudah makan?' Apakah maksudnya mengajak makan bersama?" Bukan. Ucapan itu hampir sama dengan sapaan. Mari kita berjalan bersama, mulai dari pintu masuk apartemen. ## Pintu masuk dan depan lift Begitu membuka pintu dan masuk, ada pos satpam di sebelah kiri. Bapak satpam bertanya, "Sudah makan?" Begitulah dia bertanya. Tetangga yang bertemu di depan lift juga mengatakan hal yang mirip. Saat itu, cukup tersenyum dan menjawab "Ya, sudah makan". Mereka bertanya bukan karena benar-benar penasaran. ## Mengapa harus nasi? Dahulu di Korea, sering ada masa ketika makanan tidak berkecukupan. Kalau sudah makan nasi, artinya kamu baik-baik saja tanpa masalah. Karena itu, "Sudah makan?" menjadi "Apa kabar?". Sekarang makanan sudah melimpah, tetapi ungkapan itu tetap bertahan. ## Di lorong kantor Saat keluar dari lift dan berjalan menuju kantor, seorang rekan kerja lewat dan berkata, "Kapan-kapan kita makan bareng ya." Ini pun biasanya bukan janji, melainkan sapaan yang berarti "senang bertemu denganmu". Kalau memang janji sungguhan, pasti ada tanggalnya. Seperti, "Makan siang hari Kamis, bagaimana?" Ada ungkapan yang bisa langsung kamu pakai. Kalau ditanya sudah makan atau belum, jawab: "Ya, sudah. Anda sudah makan?" lalu tanyakan balik. Kalau benar-benar ingin makan bersama, cukup sebutkan tanggalnya dulu.

Tulisan terbaru