Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

Mengapa orang yang tidak punya perusahaan pun dipanggil "sajangnim": inflasi bahasa hormat

2026-10-22

4번(한국 야시장 길거리 음식 가게)도 후보였지만, 밤 장면이라 손님과 주인이 호칭을 주고받는 일상 가게 장면으로는 6번이 더 맞습니다.

Katanya, seorang kurir paket berkata kepada mahasiswa asing, "Bos, paketnya saya taruh di depan pintu ya." Mahasiswa itu bertanya. "Tapi saya kan tidak punya perusahaan?" Saya hanya mengira itu sekadar sapaan untuk menghormati. Namun saat hendak menjelaskannya kepada mahasiswa itu, ternyata saya sendiri tidak tahu alasannya. ## Awalnya berarti orang paling tinggi di perusahaan Dalam aksara Han, 사장 berarti "orang yang dituakan di perusahaan". Dulu, hanya orang yang memimpin perusahaan yang disebut 사장님. Namun seiring bertambahnya toko kecil dan perusahaan, pemilik toko pun mulai dipanggil 사장님. Soalnya pemilik adalah pemimpin toko itu. ## Kata penghormatan pun bisa aus Seperti harga barang yang naik, kata penghormatan juga kehilangan kekuatannya ketika menjadi terlalu umum. Karena semua orang dipanggil '사장님', bobot awalnya menjadi lebih ringan. Meski begitu, dalam bahasa Korea sulit memanggil orang dewasa yang tidak dikenal dengan cara merendahkan. Karena itu orang-orang memilih memanggil satu tingkat lebih tinggi. "사장님" yang didengar siswa lebih mirip sapaan yang berarti "saya menghormati Anda". ## Begini cara memakainya Kalau pria dewasa yang tidak dikenal memanggilmu "사장님", terima saja dengan senyum; tidak perlu tersinggung. Tapi di perusahaan, lain ceritanya. Kalau ada jabatan, kita harus memanggil dengan tepat, seperti "Kim Bujang-nim". Kalau tidak tahu jabatannya, menyebut "OO nim" biasanya aman. Sekarang, setiap kali mendengar ungkapan ini, saya berpikir. Saya berpikir bahwa bahasa hormat yang nilainya naik itu membawa keinginan untuk saling menghormati.

Tulisan terbaru