Blog

Panduan bahasa Korea, budayanya, dan keseharian di sana.

Telusuri per topik

← Semua artikel

Mengapa orang Korea merasa canggung kalau membagi tagihan makan?

2026-10-09

한 사람이 손에 카드 단말기를 들고 계산을 하려는 모습이다.

Setelah selesai makan di restoran, terjadi hal yang aneh. Begitu tagihan datang, dua orang langsung berdiri bersamaan dan berlari ke kasir. "Saya yang bayar!" "Bukan, saya saja!" Katanya, mahasiswa asing itu mengira orang-orang sedang berkelahi saat pertama kali melihat adegan ini. ## Ungkapan "Ssonda" Di Korea, membayar makanan disebut "menembak" (쏜다). "Hari ini aku yang traktir!" Begitulah orang mengatakannya. Ucapan ini mengandung perasaan "aku ingin memperhatikanmu". Orang yang membayar lebih dulu bukan hanya mengeluarkan uang, tetapi juga menunjukkan isi hatinya. ## Mengapa membagi tagihan terasa canggung? Orang Korea menjaga hubungan lewat saling memberi dan menerima. Kalau hari ini ditraktir, kita merasa punya sedikit utang budi. Untuk membayar utang itu, kita bilang "Lain kali saya yang bayar" lalu bertemu lagi. Harus ada sedikit utang yang tersisa supaya ada janji berikutnya. Makanya, kalau membagi tagihan sampai ke satu won, bisa terasa seperti "hubungan kita sudah lunas per hari ini". Tentu saja, belakangan ini di kalangan anak muda bayar sendiri-sendiri juga makin sering. Meski begitu, sedikit tarik-menarik di awal tetap dianggap sebagai sopan santun. ## Langsung coba sekarang Kalau ditraktir, ucapkan "Terima kasih atas makanannya", lalu traktir kopi di lain waktu. Itulah balasan terbaik. Kalau ingin membayar masing-masing, katakan, "Hari ini bayar sendiri-sendiri, yuk?" dan tanyakan dengan lembut. Cara lain yang sering dipakai adalah satu orang membayar lebih dulu, lalu uangnya ditransfer ke rekeningnya kemudian.

Tulisan terbaru