Di kafe, orang di sebelah meninggalkan laptop dan ponselnya begitu saja di meja lalu pergi ke toilet. Seorang mahasiswa asing melihat hal itu dan bertanya, "Orang itu tidak apa-apa?" Dia bertanya dengan terkejut. Orang Korea melakukannya tanpa berpikir, jadi awalnya saya pun tidak mengerti apa maksud pertanyaan itu. ## Barang adalah "penanda tempat duduk" Kafe di Korea sering ramai pengunjung sementara tempat duduknya kurang. Jadi, menaruh barang di meja menjadi tanda yang berarti "ada orang yang duduk di sini". Orang lain pun menghormati tanda itu. Selain itu, sebagian besar kafe memiliki CCTV. Semua orang tahu bahwa kalau ada yang mengambil barang, hal itu akan segera ketahuan. Ditambah lagi, ada kepercayaan lama bahwa "kita tidak menyentuh barang milik orang lain". ## Kafe telah menjadi ruang belajar sekaligus kantor Di Korea, kafe bukan hanya tempat untuk minum kopi. Rumah sempit dan perpustakaan tutup lebih awal, jadi banyak orang belajar dan bekerja di kafe selama berjam-jam. Orang-orang seperti ini disebut "cagongjok". Karena berada di kafe dalam waktu lama, membawa semua barang setiap kali pergi ke toilet menjadi hal yang lebih merepotkan. ## Wisatawan, jangan ikut-ikutan Akhir-akhir ini ada juga cerita tentang barang yang hilang di kafe. Jadi, sebaiknya jangan langsung meniru begitu saja hanya karena orang Korea melakukannya. Paspor, dompet, dan ponsel harus selalu dibawa. Kalau terpaksa meninggalkan laptop, duduklah di tempat yang terlihat CCTV, atau coba minta tolong pada staf, "Tolong jaga tempat duduk saya sebentar, ya." Bahkan dalam sebuah laptop kecil pun terkandung cara masyarakat Korea saling memercayai selama ini.