Saat berjalan di jalur gunung di musim gugur, aku melihat spanduk bertuliskan "Biji ek adalah makanan tupai". Korea kan negara yang menyukai dotorimuk (jeli biji ek), jadi kenapa orang dilarang memungutnya? Pernah ada teman asing yang bertanya karena merasa itu aneh. ## Apakah biji ek benar-benar makanan tupai? Ya, benar. Bagi hewan gunung dan burung seperti tupai, tupai abu-abu, babi hutan, dan jay, biji ek adalah makanan penting untuk melewati musim dingin. Dulu, meskipun orang memungut sedikit, biji ek di gunung tetap berlimpah. Namun seiring makin banyaknya orang yang mendatangi gunung dan semuanya ikut memungut, bagian untuk hewan pun berkurang. Karena itu muncul ungkapan "sisakan satu biji saja". ## Memangnya memungut beberapa biji ek itu masalah besar? Yang dipungut satu orang mungkin terlihat sedikit, tetapi kalau ribuan orang berkumpul, jumlahnya jadi banyak. Lagi pula, biji ek adalah benih yang jika jatuh ke tanah dan bertunas akan menjadi pohon ek. Kalau semuanya diambil, hutan juga jadi sulit tumbuh kembali. Katanya, kadang babi hutan yang kekurangan makanan sampai turun mendekati desa. ## Apakah kena denda kalau memungutnya? Di kawasan lindung seperti taman nasional, mengambil buah dilarang oleh hukum. Orang yang melanggar juga bisa dikenai denda. Namun, aturan dan jumlah dendanya berbeda di setiap tempat, jadi periksalah papan informasi di gunung yang akan kamu datangi atau situs web Layanan Taman Nasional Korea. Sebagian besar dotorimuk (agar-agar biji ek) yang disajikan di gunung dibuat dari biji ek yang dikumpulkan secara terpisah oleh para petani. Di gunung, lihat saja biji ek dengan mata. Sebagai gantinya, bagaimana kalau setelah turun gunung Anda memesan sepiring dotorimuk di restoran?